11 Mei 2025
by
Jaka Purnadi
SOG tengah merayakan hari jadinya yang ke-23. Komunitas ini terus berkembang melalui berbagai rangkaian kegiatannya. Andike Sry Mutia, Ketua SOG Indonesia Surabaya Chapter, menyatakan bahwa komunitas SOG Indonesia hadir di hampir setiap kota besar.
Komunitas ini awalnya didirikan di Bandung pada tahun 1998 dan merambah ke "Kota Pahlawan" (Surabaya) dua tahun kemudian. "Ini dipelopori oleh arek-arek Suroboyo yang memiliki kecintaan mendalam terhadap skuter," jelasnya pada Kamis (11 Mei).
Visi Jelas dan Kedudukan Hukum
Andike menyebutkan bahwa pemilihan nama SOG Indonesia Surabaya Chapter memiliki makna yang signifikan. Pada saat itu, SOG Indonesia merupakan satu-satunya komunitas dengan struktur organisasi berbadan hukum resmi, yang memberikan arah dan tujuan organisasi yang sangat jelas.
Pada masa awal berdirinya, banyak anggota yang tertarik bergabung tanpa memandang warna atau tipe skuter mereka. Semua melebur di bawah satu nama SOG Indonesia Surabaya Chapter. "Karena minat yang begitu tinggi, jumlah anggota sempat mencapai sekitar 100 orang," catat Andike.
Keberagaman dan Ketahanan
Keanggotaan SOG Indonesia Surabaya Chapter sangat beragam, dengan individu yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk:
Mahasiswa
Karyawan BUMN
Pegawai Negeri Sipil (ASN)
Pengusaha
TNI-Polri
Perbedaan usia di antara para anggota menjadi "bumbu" kehangatan yang unik bagi komunitas yang telah berusia puluhan tahun ini. Meski demikian, kelompok ini sempat menghadapi tantangan. Akibat beberapa anggota yang dipindahtugaskan untuk bekerja di luar Surabaya, kegiatan komunitas sempat mengalami vakum (hibernasi) dari tahun 2010 hingga 2015.
Kebangkitan Kembali
Setelah masa vakum tersebut, para anggota berkumpul kembali pada tahun berikutnya dengan tekad baru untuk aktif lagi. Titik baliknya adalah partisipasi mereka dalam Vespa World Day di Bali pada tahun 2022. "Tentu saja, kami kembali dengan semangat khas Suroboyoan," ujar Andike.
Hingga saat ini, komunitas pecinta skuter ini tetap aktif. Mereka mengadakan Kopi Darat (kopdar) dua kali sebulan setiap hari Jumat. Selain itu, komunitas ini rutin mengorganisir perjalanan touring bulanan ke kota-kota lain. "Ini adalah cara untuk menjaga silaturahmi dengan komunitas skuter di wilayah lain," jelasnya.
Lebih dari Sekadar Hobi
Selain berkumpul secara sosial, para anggota juga memprioritaskan tanggung jawab sosial. Hal ini meliputi:
Program penggalangan dana untuk bantuan bencana alam.
Acara santunan dengan anak yatim setiap bulan Ramadan.





