6 a.m - 9 p.m (Mon - Sun)

contact@strongx.com

+259 (0) 256 215

6 a.m - 9 p.m (Mon - Sun)

contact@strongx.com

+259 (0) 256 215

SEJARAH SINGKAT
SCOOTER OWNERS GROUP

SEJARAH SINGKAT
SCOOTER OWNERS GROUP

SEJARAH SINGKAT
SCOOTER OWNERS GROUP

Akar yang Tumbuh di Bumi Pasundan

Perjalanan SOG tidak dimulai dari sebuah ruang rapat yang formal, melainkan dari sebuah kehangatan pertemuan di sudut Jalan Nangkasuni, Bandung. Pada akhir Januari 1995, sepuluh orang sahabat yang memiliki gairah mendalam terhadap skuter kerap berkumpul, berbagi cerita di atas jok besi mereka. Dari sekadar "nongkrong bareng", lahirlah sebuah visi besar untuk mewadahi para pecinta otomotif di Kota Kembang.

Awalnya, organisasi ini lahir dengan nama Vespa Owners Club (VOC). Namun, seiring berjalannya waktu dan semangat inklusivitas yang diusung para pendiri, sebuah kesadaran muncul: gairah skuter tidak boleh dibatasi oleh satu merek. Agar para penunggang Lambretta, JLO, Zundapp, hingga Bajaj dapat bersatu dalam satu naungan, identitas pun berevolusi. Melalui diskusi panjang, nama "Scooter" dipilih sebagai simbol keberagaman.


Menuju Visi Global: Dari Club Menjadi Group

Terinspirasi oleh besarnya nama Harley Owners Group (HOG) yang mendunia, para pendiri dan penasihat memutuskan untuk menyematkan nama Scooter Owners Group (SOG). Penggunaan kata "Group" bukan sekadar perubahan istilah, melainkan sebuah pernyataan ambisi bahwa organisasi ini akan tumbuh melampaui batas kota dan negara, menjadi sebuah keluarga besar yang tak terbatas.

Momentum bersejarah pun terukir pada 18 Maret 1995. Di bawah langit Bandung, SOG resmi berdiri melalui sebuah upacara sakral di halaman Polwiltabes Bandung. Peresmian yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah dan Kepolisian ini ditutup dengan Rolling Thunder menuju Ciwidey—sebuah konvoi perdana yang menandai dimulainya deru mesin SOG di belantara otomotif Indonesia.


Melebarkan Sayap, Menembus Nusantara

Karisma SOG Bandung segera menyebar dengan cepat. Melalui publikasi media dan konsistensi organisasi, jumlah anggota melonjak pesat. Dari Sukabumi, Jakarta, hingga Garut, para pecinta skuter mulai merapatkan barisan.

Puncaknya terjadi pada 10 Mei 1998, saat Musyawarah Nasional (MUNAS) I digelar di Hotel Provence, Bandung. Momen ini menjadi tonggak sejarah dengan ditetapkannya SOG Indonesia sebagai pusat organisasi berskala nasional. Bandung Raya tetap berdiri tegak sebagai cabang pertama sekaligus barometer bagi seluruh cabang yang akan lahir di penjuru nusantara.


Warisan yang Diakui Dunia: Go International

Cita-cita para pendiri untuk melihat SOG dikenal dunia bukanlah isapan jempol semata. Pada tahun 1996, dedikasi ini mendapatkan pengakuan internasional dari Scootering Magazine di Inggris, yang menobatkan SOG sebagai salah satu klub skuter terbesar di dunia.

Kini, SOG bukan lagi sekadar milik Bandung atau Indonesia. Dengan bergabungnya SOG Singapore, SOG Malaysia, dan SOG Brunei Darussalam, semangat persaudaraan "Kalong" telah melintasi perbatasan negara. Kami berdiri sebagai entitas global, merajut persahabatan di atas roda dua, dan terus berkomitmen untuk menjaga warisan skuter sebagai simbol persatuan tanpa sekat.

Akar yang Tumbuh di Bumi Pasundan

Perjalanan SOG tidak dimulai dari sebuah ruang rapat yang formal, melainkan dari sebuah kehangatan pertemuan di sudut Jalan Nangkasuni, Bandung. Pada akhir Januari 1995, sepuluh orang sahabat yang memiliki gairah mendalam terhadap skuter kerap berkumpul, berbagi cerita di atas jok besi mereka. Dari sekadar "nongkrong bareng", lahirlah sebuah visi besar untuk mewadahi para pecinta otomotif di Kota Kembang.

Awalnya, organisasi ini lahir dengan nama Vespa Owners Club (VOC). Namun, seiring berjalannya waktu dan semangat inklusivitas yang diusung para pendiri, sebuah kesadaran muncul: gairah skuter tidak boleh dibatasi oleh satu merek. Agar para penunggang Lambretta, JLO, Zundapp, hingga Bajaj dapat bersatu dalam satu naungan, identitas pun berevolusi. Melalui diskusi panjang, nama "Scooter" dipilih sebagai simbol keberagaman.

Menuju Visi Global: Dari Club Menjadi Group

Terinspirasi oleh besarnya nama Harley Owners Group (HOG) yang mendunia, para pendiri dan penasihat memutuskan untuk menyematkan nama Scooter Owners Group (SOG). Penggunaan kata "Group" bukan sekadar perubahan istilah, melainkan sebuah pernyataan ambisi bahwa organisasi ini akan tumbuh melampaui batas kota dan negara, menjadi sebuah keluarga besar yang tak terbatas.

Momentum bersejarah pun terukir pada 18 Maret 1995. Di bawah langit Bandung, SOG resmi berdiri melalui sebuah upacara sakral di halaman Polwiltabes Bandung. Peresmian yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah dan Kepolisian ini ditutup dengan Rolling Thunder menuju Ciwidey—sebuah konvoi perdana yang menandai dimulainya deru mesin SOG di belantara otomotif Indonesia.

Melebarkan Sayap, Menembus Nusantara

Karisma SOG Bandung segera menyebar dengan cepat. Melalui publikasi media dan konsistensi organisasi, jumlah anggota melonjak pesat. Dari Sukabumi, Jakarta, hingga Garut, para pecinta skuter mulai merapatkan barisan.

Puncaknya terjadi pada 10 Mei 1998, saat Musyawarah Nasional (MUNAS) I digelar di Hotel Provence, Bandung. Momen ini menjadi tonggak sejarah dengan ditetapkannya SOG Indonesia sebagai pusat organisasi berskala nasional. Bandung Raya tetap berdiri tegak sebagai cabang pertama sekaligus barometer bagi seluruh cabang yang akan lahir di penjuru nusantara.

Warisan yang Diakui Dunia: Go International

Cita-cita para pendiri untuk melihat SOG dikenal dunia bukanlah isapan jempol semata. Pada tahun 1996, dedikasi ini mendapatkan pengakuan internasional dari Scootering Magazine di Inggris, yang menobatkan SOG sebagai salah satu klub skuter terbesar di dunia.

Kini, SOG bukan lagi sekadar milik Bandung atau Indonesia. Dengan bergabungnya SOG Singapore, SOG Malaysia, dan SOG Brunei Darussalam, semangat persaudaraan "Kalong" telah melintasi perbatasan negara. Kami berdiri sebagai entitas global, merajut persahabatan di atas roda dua, dan terus berkomitmen untuk menjaga warisan skuter sebagai simbol persatuan tanpa sekat.

PARA PENDIRI SCOOTER OWNERS GROUP

PARA PENDIRI SCOOTER OWNERS GROUP

PARA PENDIRI SCOOTER OWNERS GROUP

5 - EVOLUSI Logo KEBESARAN SOG INDONESIA

5 - EVOLUSI Logo KEBESARAN SOG INDONESIA

logo ADMINISTRATIF
logo ADMINISTRATIF
logo ADMINISTRATIF
LOGO KEBESARAN
LOGO KEBESARAN
LOGO KEBESARAN

LEGALITAS ORGANISASI

LEGALITAS ORGANISASI

Sebagai wujud komitmen terhadap profesionalisme organisasi, Scooter Owners Group (SOG) telah resmi terdaftar dan memiliki kedudukan hukum yang sah di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Seluruh identitas visual, termasuk nama dan logo organisasi, merupakan hak intelektual yang telah dilindungi oleh Sertifikat Merek, menjamin eksklusivitas dan legitimasi pergerakan kami di mata hukum.

Sebagai wujud komitmen terhadap profesionalisme organisasi, Scooter Owners Group (SOG) telah resmi terdaftar dan memiliki kedudukan hukum yang sah di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Seluruh identitas visual, termasuk nama dan logo organisasi, merupakan hak intelektual yang telah dilindungi oleh Sertifikat Merek, menjamin eksklusivitas dan legitimasi pergerakan kami di mata hukum.

Legalitas
Legalitas
Legalitas
Sertifikat Logo Oval
Sertifikat Logo Oval
Sertifikat Logo Oval
Sertifikat logo kalong
Sertifikat logo kalong
Sertifikat logo kalong

Create a free website with Framer, the website builder loved by startups, designers and agencies.